Memaknai literasi menggagas penerbitan
Oknews.co.id – UNESCO mendefinisikan literasi sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, menciptakan, mengomunikasikan, dan kemampuan berhitung melalui materi-materi tertulis dan tercetak termasuk juga variasi bahan yang sesuai dengan konteks definisi literasi itu sendiri.
Dari definisi tersebut, Koiichiro Matsuura, Director-General UNESCO menjelaskan bahwa literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis. Melainkan juga mencakup bagaimana kita berkomunikasi dalam masyarakat. Karena literasi berarti juga praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya.
Begitu pula ketika membaca Kabupaten Lamongan, Melihat kondisi sosial saat ini yang sangat memprihatinkan dimana usia remaja seringkali terjadi tindakan kriminalitas, asusila, dan berbagai tindakan yang kurang sedap dipandang mata.
Ketika melihat dunia akademis pun seringkali terjadi tindakan yang memalukan, pergaulan dan seks bebas, serta berbagai tindakan yang tidak etis.
Tak sepantasnya dunia kampus ‘dihuni’ oleh mahasiswa yang hedonis dan komsumerisme, seyogyagnya dunia kampus adalah ‘Dunia Intelektual’ sebagaimana dikatakan Nitisaro, bahwa mahasiswa adalah intelektual elit yang menghabiskan waktunya untuk penelitian.
Melihat mirisnya minat baca di Indonesia (menurut data UNESCO Indonesia berada di urutan 61 dari 62 negara yang terdata), Penerbit Progresif hadir untuk berupaya meningkatkan minat literasi dan menghidupkan budaya literasi di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Penerbit Progresif lahir di Kabupaten Lamongan, berupaya merespon persoalan mirisnya kondisi tersebut dengan meningkatkan daya baca masyarakat dan penulis pemula untuk tetap aktif dan produktif.

Adalah Muhammad Eko Nugroho, yang merupakan Sekretaris Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (DPD IMM) Jawa Timur yang menjadi inisiatornya.
Alumnus Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA), Sukodadi, Lamongan itu memang dikenal ‘getol’ dalam dunia literasi. “Melalui Penerbit Progresif, selain menerbitkan buku dan mendorong penulis untuk terus produktif, kami juga mencoba melakukan intensifikasi forum-forum diskusi dan kajian ilmiah, misal seputar politik, filsafat, agama, satra, isu-isu terkini, dan berbagai topik lainnya,” ujar Eko. (Uzlifah)
Sumber :https://oknews.co.id/memaknai-literasi-menggagas-penerbitan/
Mengusung tagline “menjaga peradaban bangsa” Penerbit Progresif berupaya untuk mendorong pertumbuhan literasi, terutama di Kabupaten Lamongan.
Adalah Muhammad Eko Nugroho, yang merupakan Sekretaris Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (DPD IMM) Jawa Timur yang menjadi inisiatornya.
Maka membangun literasi tidak bisa sendiri, menulis, membaca dan memberikan ilmu bersama dalam jaringan kebaikan. (Uzlifah)




Comments
Post a Comment